![]() |
| sumber : Career Thoughts |
Ada pepatah, Besar pasak dari pada tiang yang artinya lebih banyak pengeluaran dari pada pendapatan. Saya rasa bunyi pepatah tersebut juga berlaku bagi siapa saja yang menjalankan bisnis.
Siklus sebuah bisnis tidak lepas dari yang namanya pemasukan dan pengeluaran. Pemasukan lebih sering terjadi ketika barang atau produk kita laku dan terjual. Sementara itu, Pengeluaran yang ada disini maksudnya uang atau biaya yang keluar untuk menunjang bisnis kita, misalnya biaya transportasi, biaya untuk beli bahan untuk produksi, gaji karyawan, biaya tak terduga,dll. Untuk itu lah, sebagai pebisnis kita wajib memiliki catatan kas arus keluar dan arus masuk agar kita tetap bisa menjaga keuangan bisnis kita.
Dalam catatan kas keuangan, kita bisa mencatat beberapa point yang bersangkutan dengan usaha bisnis kita. Misalnya saja kita mencatat uang masuk, uang keluar, saldo, dll. Dengan pencatatan yang rutin dan baik, kita bisa mengukur sejauh mana bisnis kita berkembang dalam visual grafik, diagram maupun chart. Jadi, harus ada beberapa poin tadi yang wajib kita tulis di catatan keuangan.
Lalu bagaimana membuat neraca keuangan stabil dan prospek?
Dalam bisnis ada namanya untung dan rugi. Pemula yang sedang memulai usahanya terkadang harus berhenti di posisi rugi. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena mereka yang pemula dan langsung terjun ke bisnis kurang peka dan mengerti jantung bisnis mereka sendiri. Salah satunya adalah soal pencatatan kas keuangan. Tanpa adanya catatan kas, kita gak bisa menentukan laju bisnis kita. Terkadang laporan keuangan itu bisa rumit jika bisnis kita semakin kompleks. Untuk pemula, lebih baik rutin mencatat transaksi keuangan apa aja yang terjadi dari tanggal 1 sampai akhir bulannya dan begitu seterusnya. Sederhana saja, yang penting kita tahu uang yang ada telah kita gunakan untuk apa saja.
Kesalahan fatal pebisnis pemula adalah tidak mencatat kondisi keuangan bisnisnya dengan benar. Hanya karena belum besar bisnisnya, kita seenaknya saja menggunakan uang dari sales atau penjualan yang masuk untuk sesuatu yang tidak produktif. Lebih baik memisahkan antara uang pribadi dan uang bisnis kita.
Pemasukan dan pengeluaran dalam sebuah usaha memang wajib kita perhatikan. Jika bisnis kita sudah tumbuh berkembang dan besar, tentu kita sudah punya karyawan yang mengurusi masalah keuangan tersebut. Sekarang pun juga udah banyak aplikasi software untuk mengurusi masalah keuangan dan akuntansi perusahaan. Jadi ya manfaatkanlah dengan baik!

0 Komentar
Penulisan markup di komentar